6 Langkah Tepat Proses Laundry Kiloan

Semakin hari usaha laundry kiloan semakin memiliki banyak peminat. Hal ini tak lepas dari peluang usaha laundry yang menjanjikan, juga tuntutan keseharian yang turut meramaikan usaha ini. Terutama terjadi pada masyarakat di daerah perkotaan, sekitar kampus, sekolahan, dan area penduduk sibuk lainnya.

Saat seseorang akan memulai usaha laundry, perlu menyiapkan berbagai peralatan. Mulai dari mesin laundry, mesin pengering, tempat, hingga karyawan. Ini perlu persiapan agar usaha laundry berjalan dengan lancar.

Salah satu layanan laundry yang terkenal dan menjadi andalan banyak orang adalah laundry kiloan. Layanan ini cukup populer di kalangan masyarakat sehingga banyak orang yang menggunakannya. Laundry kiloan diketahui lebih murah dan lebih cepat ketimbang laundry satuan.

Sayangnya untuk memulai usaha laundry kiloan tentu membutuhkan proses dan langkah-langkah yang tepat. Cara kerja laundry kiloan dari menerima baju hingga kembali baju itu ke pemiliknya lagi.

Nah, bagaimana prosesnya? Simak dibawah ini!

Penerimaan Pakaian

Langkah pertama dalam usaha laundry adalah bertemu dengan pemilik pakaian dan melakukan penerimaan layanan. Lakukan tahap ini dengan teliti, hitung jumlah pakaian yang hendak dicuci, hitung berat dengan akurat, pencatatan jumlah berat, jenis apakah yang dipilih, lama layanan, harga dan atas nama siapakah layanan tersebut.

Catatan penting yang harus Anda lakukan ialah:

Membuat bon 3 lapis berisi:

  • Lapis pertama untuk konsumen, jika pembayaran lunas.
  • Lapis kedua untuk konsumen, jika pembayaran separuh harga atau saat selesai layanan.
  • Lapis ketiga untuk kasir, adalah arsip pemasukkan jasa yang telah dilakukan.

Untuk tahap ini lakukanlah per konsumen agar tidak terjadi kesalahan pakaian dari konsumen satu ke konsumen lainnya. Tertukarnya pakaian antar konsumen akan membuat reputasi usaha laundry Anda menjadi buruk dan tidak terpercaya.

Proses Pencucian

Langkah selanjutnya yang juga harus berjalan dengan penuh berhati-hati ialah proses pencucian. Sebelum Anda memulainya, pilihlah jenis pakaian sesuai kategori, jangan sampai Anda asal measukkannya ke dalam mesin cuci.

Pisahkan antara pakaian berwarna dan jenis bahan. Hal ini harus Anda perhatikan dengan teliti agar terhindar dari resiko kerusakan dari pakaian tersebut. Jika terdapat pakaian terbuat dari bahan khusus, baiknya Anda memisahkannya dan mencucinya dengan cara manual.

Setiap bahan memiliki daya penyusutan dan memerlukan perlakuan yang berbeda-beda. Jangan menyamakan semuanya atau pakaian pelanggan akan rusak. Tentu saja merusak pakaian pelanggan akan sangat berbahaya bagi usaha Anda, jangan sampai terjadi.

Anda juga harus memilih sabun cuci atau detergent dan softener yang berkualitas agar pakaian dapat tercuci dengan baik dan bersih. Jangan lupa masukkan sabun cuci baju kedalam dispanser dan tak lupa softenernya, lalu biarkan bekerja sampai selesai.

Agar pakaian nyaman saat pelanggan memakainya, proses pelembutan serat kain sangat perlu Anda lakukan. Gunakan softener yang cocok sehingga pakaian tidak berbau apek dan menjadikan serat kain lembut. Hal ini juga akan memudahkan Anda dalam proses menyetrika agar tidak memakan waktu lama.

Proses Pengeringan

Pada tahap kali ini Anda harus mengeringkan total hingga yakin bahwa pakaian telah kering 100%. Pada pakaian yang bersifat poliuretan dan lycra seperti: baju renang, tali kur, sweater parasut, dll, Anda harus memperhatikannya selalu.

Hal ini karena bahan tersebut mengandung serat plastik dan karet. Jadi pada saat pengeringan atau proses dryer, cukup lakukan hanya sebentar saja. Jangan memakan waktu terlalu lama, cukup 15 sampai 20 menit saja. Atau Anda akan menanggung kerusakan pakaian yang terjadi karena proses pengeringan.

Proses Penyetrikaan

Setelah pakaian kering dari dryer Anda dapat melakukan proses selanjutnya, yakni penyetrikaan. Proses terakhir ini penting agar pakaian tidak kusut dan terlihat rapi. Pastikan semua sisi rapi dan hati-hati untuk daerah bahan sensitif (seperti label dibagian bawah baju dan merek yang terdapat setiap pakaian).

Bagian-bagian tersebut akan membuatnya meleh dan memberi efek gatal pada saat pelanggan mengenakannya jika Anda tidak melakukan dengan baik. Jenis setrika yang Anda gunakan juga mempengaruhi kualitas proses ini. Selain pengetahuan cara menyetrika terhadap jenis bahan/kain, Anda juga harus memerhatikan kualitas setrika yang Anda gunakan.

Saat setrikaan telah rapi, diamkan selama kurang lebih 10 menit untuk menghilangkan sisa panas. Jangan lupa untuk memberikan parfum khusus laundry yang berfungsi memberikan kesegaran yang tahan lama. Karena dengan begitu pakaian akan lebih wangi ketika diberikan ke konsumen.

Proses Pengepakkan

Langkah paling akhir adalah pengepakan, yakni memacking pakaian yang sudah rapi dari penyetrikan. Sebelum itu, diamkan sekitar 10 menit agar sisa panasnya menghilang dan dapat dimasukkan kedalam plastik pengepakkan.

Buatlah hasil pengepakkan yang rapi dan tidak memiliki celah. Hal ini perlu Anda lakukan agar saat dijinjing tidak kusut. Dengan begitu konsumen mudah untuk membawanya.

Proses Penaruhan Ke Rak

Ini adalah langkah final setelah semua pengerjaan dari awal hingga akhir selesai. Setelah pakaian dipak, sebaiknya Anda meletakkan di susuna rak khusus agar memudahkan pengambilan oleh pemiliknya nanti. Jangan lupa memberikan tanda dari setiap konsumen yang melakukan jasa laundry agar tidak terjadinya kesalahan penyerahan kepada pelanggan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *